Saturday, June 15, 2013

Window Bekerja Terlalu Berat

0 comments
Microsoft Windows adalah sistem operasi berbasis Graphical Interface yang dibangun dan dipasarkan oleh Microsoft.  Sejak diperkenalkan pada tahun 1985 sebagai sistem operasi berbasis antarmuka grafis, Microsoft Windows menjadi sistem operasi yang populer karena kemudahannya dalam pemakaiannya. Banyak orang lebih familiar menggunakan sistem operasi keluaran Windows, bahkan dalam pelajaran tingkat dasar untuk mata pelajaran komputer, lebih banyak menggunakan sistem operasi Windows. Kelebihan lain adalah kemudahan dalam berinteraksi, dan fitur bawaan, antarmuka pengguna yang lebih nyaman.

Namun dibalik itu, ada berapa yang beranggapan sistem operasi Windows itu berjalan lambat. Dari pengamatan berbagai sumber di internet, ada beberapa penyebab mengapa sistem operasi Windows berjalan lambat ketika terpasang di perangkat komputer tertentu.


1.   Fitur dan librari bawaan

Sistem operasi Windows memiliki support ke banyak perangkat, sehingga bisa mendukung dengan banyak hardware yang berbeda untuk setiap spesifikasi perangkat komputer. Oleh karena itu file yang harus dipasang di komputer pun lebih besar. Selain itu, windows generasi 6 keatas sudah memiliki tampilan antar muka yang lebih bagus, yaitu tema aero. Tema ini membutuhkan kinerja lebih besar dari komputer.

2.  Random Access Memory (RAM) tidak cukup

Masih berhubungan dengan poin pertama, atas dasar fitur dan dukungan terhadap banyak perangkat keras tersebut, sistem operasi windows membutuhkan dukungan memori yang lebih besar. Hal ini yang menyebabkan kebanyakan pengguna berasumsi bahwa windows berjalan pelan dan berat. Biasanya ini terjadi pada pengguna yang melakukan upgrade sistem operasi lama ke sistem operasi windows yang terbaru tanpa melakukan upgrade perangkat keras.

3.  Ruang Hardisk kurang

Instalasi sistem operasi windows juga membutuhkan ruang hardisk yang besar, hal ini dikarenakan masih berhubungan dengan poin pertama. Hal ini seringkali tidak disadari oleh pengguna dimana ruang hardisk untuk pelatakan file  file sistem operasi kekurangan ruang kosong.

4.   Aplikasi Background

Disadari atau tidak, pengguna komputer kadang menginstal banyak aplikasi yang memakan memori dan aplikasi tersebut berjalan background atau diproses di belakang layar meski pada monitor aplikasi tersebut ditutup.  Kemudian aplikasi yang otomatis berjalan pada saat windows start up juga menjadi salah satu penyebab sistem operasi berjalan lamban. Pada saat startup, memori yang digunakan lebih besar dibandingkan saat idle, hal ini dikarenaka sistem akan membaca semua data sistem operasi terlebih dahulu untuk pengaturan kembali. Jika pada proses hibernasi, hal tersebut juga berat karena windows menyimpan pengaturan terakhir sebelum komputer dihibernasi, yang kemudian file pengaturan tersebut diletakkan di hardisk.

5.   Kartu Grafis kurang tenaga listrik

Tampilan antarmuka sistem operasi windows dari generasi 6 sampai sekarang sudah sangat mudah digunakan, lebih cantik dan lebih terlihat mengagumkan, meski hal demikian tidak selalu berlaku untuk semua orang. Termasuk dukungan perangkat keras untuk menampilkan tema aero di windows seri ke 6 keatas, windows memiliki kebutuhan minimum kartu grafis yang lebih tinggi. Bilamana kartu grafis tidak memiliki suplai tenaga yang cukup, hal ini akan mengganggu kinerja tampilan yang di akan diinformasikan kepada pengguna. Oleh karena itu terdapat istilah ‘lag’ gimana pergerakan atau respon komputer terasa patah patah. Meski pada kinerjanya tidak demikian.

6.   Aplikasi antivirus

Seiring populernya sistem operasi ini, banyak aplikasi antivirus yang dikeluarkan untuk melindungi data pengguna pada perangkat komputer terhadap pencurian data dan proses ilegal yang bisa mengganggu keamanan data pengguna. Ada berbagai macam antivirus yang memiliki kinerja yang berbeda juga. Antivirus yang terlalu ketat dalam perlindungan komputer juga bisa menyebabkan lambatnya komputer, proses yang semakin banyak. Sebagai contoh, antivirus akan scan data komputer setiap 1 jam, tentu hal ini akan semakin memberatkan kinerja prosesor perangkat komputer.

7.    Malicious Software (Malware)

Seringkali malware ini juga merupakan penyebab perangkat komputer kinerjanya melambat. Malware memiliki tujuan masing masing, dan yang menurunkan kinerja komputer adalah yang memberikan proses sebanyak banyaknya. Hal ini menjadi sangat mengganggu pengguna.

8.   Koneksi Wireless

Koneksi wireless bisa menjadi penyebab windows berjalan lambat, hal ini terjadi ketika sistem berusaha terhubung ke jaringan wireless.

9.   Permasalahan Register Windows

Register Windows adalah sebuah database yang berisi instruksi, pengaturan dan opsi untuk sistem operasi windows. Pengaturan tersebut mengatur perangkat keras, perangkat lunak, dan opsi pengguna untuk proses windows berjalan. Area ini pada umumnya tidak bisa diakses secara bebas oleh pengguna kecuali yang sudah paham dan berpengalaman.  Register membutuhkan memori untuk penyimpanannya. Satu atau lebih perangkat lunak terpasang di dalam komputer, kemudian dilepas (uninstall) belum tentu akan menghapus register.

10. Panas berlebih

Perangkat komputer yang memiliki sirkulasi udara dan pendinginan yang buruk cenderung lebih panas. Panas pada komponen perangkat keras ini yang menyebabkan kinerja komputer melambat dan terganggu. Semakin panas kinerja perangkat tersebut semakin tidak stabil, tentu akan sangat mengganggu sistem operasi windows pada perangkat komputer.
 

Banyak yang berasumsi juga bahwa sistem operasi Linux lebih cepat dibandingkan windows, tapi apakah memang demikian? Ketika sama sama terinstal, Windows memiliki dukungan perangkat keras lebih banyak dibandingkan dengan linux dimana pada linux harus menginstal driver terlebih dahulu, fitur bawaan yang tidak sebanyak windows. Tentu ketika sudah terpasang dengan jumlah aplikasi yang sama, secara kinerja akan sama saja.
Ada beberapa tips untuk mengatur windows berjalan lebih cepat dan menghindari permasalahan diatas .

1.   Reboot

Untuk mengembalikan kinerja windows jika terasa lambat adalah dengan merestart windows agar kembali ke pengaturan seperti biasanya dan mematikan program yang tidak perlu.

2.   Perluas ruang kosong hardisk

Memastikan ada sisa hardisk sekitar 200-500MB pada partisi dimana sistem windows terinstal, hal ini diperuntukan agar windows memiliki swap file yang bisa diperbesar sama halnya dengan file sementara.

3.   Defragment Hardisk

Defragmen adalah menyusun ulang urutan urutan lokasi atau alamat file di dalam hardisk. Dengan mengatur ulang alamat file, pembacaan file akan lebih cepat dan juga menaikan kecepatan respon windows.

4.   Atur Background Program

Dengan mengatur program program yang berjalan di background dan mengatur program apa saja yang berjalan secara otomatis pada saat startup akan membantu windows untuk lebih cepat bekerja dari start up sampai ready.

5.   Scan Malware

Langkah ini adalah dengan menghilagkan malware yang mengganggu kinerja dari sistem perangkat komputer secara keseluruhan. Dengan langkah ini diharapkan bisa mengurangi gangguan gangguan yang disebabkan oleh malware.

6.   Update Windows

Windows memberikan dukungan update dan perbaikan sistem secara bertahap. Pada rilis pertama, tidak menjamin sistem windows berjalan dengan sempurna, oleh karena itu, secepat mungkin pengguna melakukan update sistem operasi agar kinerja sistem windows bisa ditingkatkan.

7.   Update Driver

Driver dibutuhkan sebagai jembatan untuk berkomunikasi antara windows dan perangkat keras tertentu. Jika memungkinkan terdapat revisi driver yang baru, bukan tidak mungkin kinerja komputer lebih baik.

8.   Sirkulasi Udara komputer

Hal ini untuk menghindari kenaikan suhu yang terlalu tinggi pada perangkat keras komputer yang akan menghambat kinerja komputer. Dengan suhu yang stabil di angka toleransi normal sebuah perangkat keras, maka komputer akan berjalan dengan normal dan stabil.

9.   Registry Cleaner

Seperti dijelaskan di poin sebelumnya, register yang telah dibersihkan bisa memberikan ruang lebih pada memori komputer dan membuang data yang sudah tidak terpakai lagi.

sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Usage_share_of_operating_systems http://en.wikipedia.org/wiki/Microsoft_Windows http://www.computerhope.com/issues/ch000179.htm http://voices.yahoo.com/top-10-reasons-why-windows-computer-runs-slowly-2839793.html
 

Sunday, April 14, 2013

Port Keyboard dalam Motherboard


Pada perangkat komputer, komponen paling besar yang menyatukan semua perangkat untuk menyusun komputer adalah Motherboard atau dalam bahasa Indonesia adalah papan induk. Papan ini berfungsi untuk menghubungkan semua perangkat komputer baik yang termasuk dalam komponen eksternal maupun internal. Untuk menjalankan fungsi yang dimiliki oleh motherboard, maka perangkat ini terdapat banyak socket dan port. 

Ada banyak port yang berfungsi untuk menghubungkan semua komponen, namun disini akan dibahas mengenai Port yang menghubungkan antara motherboard dan komponen input untuk mengetik, yaitu keyboard. Pada evolusinya, keyboard menggunakan beberapa tipe port yang berbeda.

Port Serial 
Serial port adalah port dengan pin dengan jumlah 9 buah. Serial port merupakan sebuah port yang berfungsi mentransmisikan satu bit informasi baik inpu maupun output. Dalam serial port, informasi yang dikirimkan tidak bisa langsung banyak, karena dalam melakukan transmisi data, port ini akan bekerja secara serial (berurutan), Misalnya COM1 dan COM 2. Karena keterbatasan dalam kecepatan transmisi data, komputer modern sudah meninggalkan port ini. Namun meski sudah ditinggalkan, port ini masih digunakan di aplikasi seperti sistem otomasi industri, perangkat riset dan sains, mesin kasir, dan beberapa produk industri dan konsumer. Komputer server juga masih menggunakan port serial sebagai konsol kontrol untuk diagnostik. Peralatan jaringan juga kadang masih menggunakan port ini untuk mengkonfigurasi, seperti router dan switches. Serial port masih banyak digunakan di beberapa bagian karena simpel, murah, dan fungsi konsolnya sudah terstandarisasi dan jangkauan perangkat yang luas. Serial port hanya membutuhkan dukungan software yang sangat sedikit dari sistem host-nya. 

Port Serial

Mini DIN Port
Port mini-DIN yang digunakan pada keyboard adalah port dengan pin 5 dan kemudian pin 6. Mini DIN adalah port dengan diameter 9,5 mm. Keyboard yang menggunakan port Mini-DIN dengan port 5 adalah AT Keyboard. Diperkenalkan oleh IBM PC/AT komputer dan menjadi standar umum protokol keyboard hingga tahun 2000. 
Port Mini-DIN 5pin
Port mini-DIN pin 5 kemudian tergantikan oleh port Mini-DIN 6 pin.  Port Mini-DIN 6 pin ini sering disebut sebagai port PS/2. Port ini digunakan untuk menghubungkan keyboard dan mouse dengan komputer.  Nama port tersebut diambil dari personal komputer seri IBM Personal System/2 yang diperkenalkan pada tahun 1987. Port PS/2 didesain dengan interface pin yang sama secara elektrikal antara keyboard dan mouse dan menggunakan portokol komunikasi yang sama. Namun meski memiliki interface yang sama, PS/2 Mouse dan Keyboard tidak bisa saling tukar karena perangkat ini menggunakan set perintah yang berbeda.
Ungu untuk port Keyboard, Hijau untuk port mouse


USB Port

USB (Universal Serial Bus) adalah sebuah standar industri yang dikembangkan pada tahun pertengahan 1990 yang terdiri dari kabel, konektor, dan protokol komunikasi dalam bus untuk koneksi, komunikasi dan power supply antara komputer dan perangkat eksternal.  Keyboard dengan port usb menjadi populer karena standar USB yang bisa menjangkau hampir sebagian besar perangkat komputer, dan kemudahannya karena menyatukan koneksi, komunikasi dan power suply.  Dan karena USB menjadi standar dan setiap komputer modern memiliki port ini, maka USB Keyboard menggantikan port PS/2 Keyboard. Pada keyboard dengan teknologi yang baru, transmisi data menggunakan media wireless atau tanpa kabel. Teknologi ini terbagi menjadi 3 jenis koneksi, yaitu Radio Frequency (RF), Inframerah (IR) dan Bluetooth. Meskipun keyboard modern ini tidak menggunakan kabel untuk berhubungan dengan komputer, namun komputer menggunakan transceiver untuk menerima sinyal dari keyboard. Transceiver dihubungkan ke komputer menggunakan port PS/2 atau USB. Keyboard usb wireless tidak memiliki keuntungan dari port USB dimana keuntungan tersebut adalah adanya powersupply yang ada di port tersebut, sehingga keyboard Wireless tetap membutuhkan power sendiri seperti baterai untuk bisa digunakan. Sedangkan untuk berhubungan dengan perangkat lain selain komputer, keyboard wireless menggunakan perangkat bluetooth yang sudah tersedia jika tidak memiliki port usb, seperti komputer tablet, smartphone, dan smart TV.